Sabtu, 19 Mei 2012

shankara premaswara


Hubungan ini yang aku mulai dengan perasaan percaya.
Aku tiba di sebuah pintu yang kusebut teman.
Kuketuk dan aku di persilahkan olehnya masuk, mulai dengan persahabatan.
Percaya ini melekat, kokoh.
Ketika dinding pertahananku mulai terkikis dan roboh,
Aku tahu.. Tak mudah menyusun balok-balok batu ini kembali
Kembali membangun Benteng besar yang menjadi kebanggaanKu dari lama waktu
Tertahan sejenak, disini aku tertahan.
Bukan bertahan yang kuat, menguatkan aku
Sudah senja kini, aku hendak pulang segera
Pun aku tak bisa.
Sekali lagi, aku tertahan.. Bukan bertahan!.
Hingga malam sudah benar larut tanpa purnama, aku coba berlari menerobos celah pintu besar
Untungnya,
Aku belum terlalu terlambat.
heii. . .
Sorak sorai suara angin
Menggoyangkan dedaunan pohon-pohon yang meneduhkan tubuhku dari basah gerimis reda
Menyambut mesra pelangi di sudut kota tua
Mentari ku lihat menyembunyikan sinarnya
Malu-malu di balik awan
Aaaaahh. . .sejuk sekali embun pagi ini
Mengantarkan kedamaian pada wujud syukur yang sebenarnya
Kaulah Shankara Premaswara Ku.

nan, july 12, 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar